Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

Saturday, April 7, 2012

Pare Kediri, Jawa Timur Part VI, The Last Part

Hollaaaa..... kembali lagi dengan BRAY di bagian terakhir pengalaman di Pare. Hiks, hiks, sedih memang meninggalkan kampung Inggris ini, apalagi berpisah dengan semua orang yang BRAY kenal selama di sini. Oke, pagi ini memang BRAY seneng juga sedih, seneng BRAY bisa pulang ke rumah dan menikmati sisa-sisa liburan yang ada \(^○^)人(^○^)/, sedih karena BRAY bakal ninggalin kampung ini dan gak tau kapan balik lagi


Pagi ini, BRAY sedikit terburu-buru untuk membeli oleh-oleh. Memang hari sebelumnya kita sudah diajak ke pusat oleh-oleh, namun BRAY belum sempat untuk membeli Tahu Takwa, oleh-oleh khas Kediri. Tahu Takwa ini adalah tahu yang warnanya kuning, besar dan rasanya sedikit asin. Pengolahan tahu ini adalah dengan direbus, dan dinikmati langsung saat sedang hangat. Biasanya, tahu ini hanya tahan selama satu hari di luar lemari es, dan tiga hari jika dimasukkan di lemari es, jadi kalau makan tahu ini jangan terlalu lama. Cara menikmati tahu ini hanya dengan langsung makan, tidak pakai cabai maupun saus sambal, langsung makan. Tapi tak ada salahnya jika Tahu ini diolah dalam masakan. Harga satu kotak Tahu Takwa hanya Rp 15.000,- yang sekotak berisi 10 buah. Kotaknya pun terbuat dari anyaman bambu, jadi lebih terlihat natural.

Akhirnya, BRAY mendapatkan Tahu Takwa tersebut, memang membutuhkan banyak pengorbanan demi mendapatkannya. Pukul 9 seperti yang telah dijanjikan, BRAY dan kawan-kawan berkumpul di Pyramid English Course untuk acara Farewel Party. Ya semacam pesta perpisahan gitu. Disana, semua acara yang ngisi kita, satu camp harus menampilkan sebuah pentas, terserah mau nyanyi ato apa yang penting pada pentas. Camp BRAY nampilin paduan suara yang lagunya dibuat oleh anak-anak camp BRAY. Acaranya juga ada pembagian pin gitu buat anak-anak yang bisa jawab pertanyaan dari pemandu acaranya. 

Di awal acara, Mr. Bil sebagai ketua Pyramid English Course kasih sambutan-sambutan dulu. Terus di penghujung acara, tentor-tentor nyanyi lagu yang diciptakan agar kita bisa menghafal tense.

Mr. Bill lagi kasih sambutan
Ini waktu tentor-tentor nyanyiin lagu
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa semua berakhir. Dan inilah akhir perjalanan BRAY di kota Pare Kediri. Untuk teman-teman yang udah ke Pare, pasti mau datang lagi ke sini dan untuk yang belum, pasti pengen banget, hehe



Sunday, March 11, 2012

Pare Kediri, Jawa Timur Part V

Alhamdulilah Tuhan masih memberi kesempatan BRAY untuk melanjutkan postingan di blog ini. . Senang rasanya bisa berjumpa lagi dengan halaman blog tercinta ini.
Oke, lanjut lagi mengenai Pare, hari ini hari yang ditunggu BRAY sejak awal kedatangan di Pare. Yap, hari ini BRAY juga semua teman BRAY tamasya ke Gunung Kelud dan Gumul. Pagi hari banget, BRAY udah rapi. Rencana berangkat pukul enam, tapi bus yang ditunggu-tunggu tak datang juga. Akhirnya, BRAY tidur sampai pukul delapan. Dan tak lama, busnya datang. Fuuuh lama sekali .
Setelah naik bus, langsung saja bus itu membawa BRAY ke sebuah tempat yang dikenal dengan nama Gunung Kelud. Perjalanan dari desa Pelem ke Gunung Kelud memakan waktu kurang lebih 2 jam. Ditempuh dengan jalanan yang penuh lika-liku dan hutan di sana-sini. Pemandangan kembali indah ketika hampir sampai di gunung. Di kilometer 10 atau berapa BRAY lupa, terdapat jabal magnet. Di jabal magnet, mobil diam dapat berjalan ke atas dengan sendirinya dengan kecepatan kurang lebih 60 kilometer per jam. Di Indonesia, jabal magnet hanya di temui di satu tempat, ya di Gunung Kelud ini . Tak lama kemudian, sampailah BRAY di Gunung Kelud. Udaranya sangat segar, tentu. Masuk tempat parkir, langsung disuguhi pemandangan tebing yang indah. Tanpa pikir panjang, BRAY langsung menuju ke gua cinta. Di gua cinta, tempatnya sangat gelap, bahkan senter pun tidak dapat menembus gelapnya gua. BRAY dan teman BRAY sempat menemukan sebuah ruangan dengan pintu yang tinggi dan sangat gelap, senter dari handphone tak bisa menembus walau hanya jarah 1 meter. Karena BRAY ngeri, BRAY lari aja dari situ, takut ada hugga mugga . Mungkin gua ini dinamai gua cinta karena tempatnya yang sangat gelap dan membuat setiap orang takut, akhirnya mereka bergandengan satu sama lain dan keluar dari gua, mereka pacaran

Jabal Magnet, Gunung Kelud, Kediri
Keluar dari gua cinta, ada sebuah papan informasi yang menunjukkan beberapa tempat yang bisa dituju. Seperti kawah air panas, tebing, anak Gunung Kelud dan tempat lainnya. BRAY dan kawan-kawan memilih menuju jalur kiri yang dekat dengan anak Gunung Kelud. BRAY memang tidak memilih untuk menuju kawah air panas yang dapat menyembuhkan penyakit, karena terdapat kurang lebih 600 anak tangga yang harus ditempuh selama 45 menit, dan itu hanya untuk naik, belum foto-foto disana, belum turunnya, bisa habisin waktu. Berlama-lama kemudian, BRAY sampai juga didekat anak Gunung Kelud. Disana terdapat sebuah gubug yang menyediakan jasa cetak foto. Satu kali ambil foto harus membayar Rp 25.000,- dan langsung jadi. Pemandangan anak Gunung Kelud memang sangat menakjubkan, belum pernah sedekat ini BRAY dengan gunung sebelumnya. Mungkin ini pertama kalinya BRAY berada sangat dekat dengan gunung. Udara semakin sejuk terasa, tapi dinginnya jangan ditanya.
Gua Cinta
Anak Gunung Kelud
Setelah berpuas-puas di Gunung Kelud, BRAY kembali lagi ke bus untuk menuju Gumul. Monumen Simpang Lima Gumul adalah salah satu ikon baru dari Kediri. Terletak di persimpangan arah selatan ke Wates/pesantren, Timur Ke Gurah – Utara ke pagu – arah timur laut ke Pare – dan arah ke Barat ke Kota Kediri. Tujuan awal dibangun Simpang Lima Gumul (SLG) adalah sebagai sentra ekonomi baru di Kabupaten Kediri. Sehingga diharapkan roda perekonomian Kediri makin maju. Sebagai ikon di bangun monumen mirip L’Arch de Triomphe Paris. Orang kediri menyebutnya Kakbah Kediri. Secara fisik monumen SLG ini seluas 804 meter persegi dengan tinggi bangunannya mencapai 25 meter dan ditumpu tiga tangga setinggi 3 meter dari lantai dasar. Angka-angka tersebut menggambarkan tanggal, bulan, tahun, hari jadi Kabupaten Kediri, yakni 25 Maret 804 Masehi. Di ke empat sisi monumen ada arca Ganesha, lambang Kabupaten Kediri. Suasana di SLG seperti kota tua di Roma, dengan banyak ukiran-ukiran kehidupan masyarakat jaman dulu. Masuk ke SLG tidak langsung menuju tempat lokasi SLG. Tempat parkir kendaraan berada lumayan jauh dari monumen. 
Halaman Monumen Gumul
Untuk masuk ke monumen, dari tempat parkir kita harus berjalan melewati ruang bawah tanah. Ruang bawah tanahnya tidak seseram yang BRAY bayangkan, namun ruang bawah tanahnya merupakan suatu ruangan dengan panjang beberapa meter dengan lampu yang menyinari lorong, juga bersihnya lantai tak membuat ruang bawah tanah itu seram. Kabarnya, orang yang ke Kediri tapi belum pernah ke SLG, belum bisa dikatakan pernah ke Kediri.
Tak terasa hari sudah gelap, BRAY dan kawan-kawan pun kembali ke penginapan.

Sebelah kiri adalah Simpang Lima Gumul dan Selah kanan adalah L’Arch de Triomphe Paris

Wednesday, March 7, 2012

Pare Kediri, Jawa Timur, Part IV

Huaaah bebas sudaaah. Senang rasanya bisa menghirup udara segar dunia maya setelah sembilan hari lamanya terkekang dengan buku-buku materi. Kebebasan langsung menyelimuti BRAY, wohoooiiiii senang rasanya. Tetapi kabar sangat menyedihkan datang ketika teman BRAY yang mengirimi pesan mengerikan bahwa tanggal 13-20 Maret pas Ujian Nasional buat kelas 3 nanti, kelas 1 dan 2 enggak libur. Apaaaa??? jadi planning BRAY selama satu minggu gagal total, arrggghhhh.....


Baiklah, lupakan kegalauan ini dan mari kita lanjutkan petualangan BRAY di Pare .
Hari ke empat BRAY hidup di Pare, BRAY ngerasa tambah asyik. Kabar gembira untuk pagi ini adalah BRAY mandi pagi, tepuk tangan semuanya terimakasih terimakasih. Langsung ke topik utama, hari ini untuk pertama kalinya BRAY mendapat pelajaran relaxation. Yap, relaxation, di pelajaran ini yang ada cuma kita jalan-jalan sama main-main doank. Tapi tentunya dengan bahasa Inggris. Di bawah bimbingan Miss. Nia kita seneng-seneng bareng. Pertama yang kita lakuin adalah bernyanyi, temanya ngikutin gerakan gitu, jadi liriknya gini...

Little little motion one two three
Little little motion one two three
Little little motion one two three
Can you follow me
Follow follow follow me
Follow follow follow me
Follow follow follow me
Can you follow me 

Cara mainnya tuh formasi kita melingkar gitu. Nah di tengahnya ada satu orang, orang pertama yang di tengah adalah Miss Nia. Pas di lirik Little little motion one two three Miss Nia narik satu orang buat ada di tengah, trus di  lirik Follow follow follow me itu orang yang di tengah musti ngeluarin satu gerakan unyu yang selanjutnya bakalan ditiru orang yang melingkarinya. Mungkin permainan ini bisa dilakukan oleh seorang lelaki yang punya banyak pacar, kalau lagi galau main-main ini seru juga .
Abis main itu, kita mulai jalan-jalan. Tujuan pertama BRAY adalah tempat juice. BRAY jalan terus nyari-nyari tempat juice yang bener-bener cucok. Lalu sampailah kaki BRAY dan kawan-kawan di sebuah gerobak juice yang disinyalir mempunyai rasa yang cucok banget. Sambil nunggu juicenya matang BRAY dan kawan-kawan mendatangi sebuah distro kaos khas Pare, "Mr. Pare". Yep, ini salah satu distro tempat penjualan kaos dan cinderamata khas Pare. Tapi disini, BRAY enggak beli apa-apa, karena BRAY emang nggak niat mau beli. Tak lama, lemon juice pesanan BRAY datang juga. Enak sumpah rasanya . Segelas juice cuma diharga Rp 4.000,-. Harga yang pas untuk sebuah juice yang super duper enak ini

Mr. Pare, distro kaos dan cinderamata khas Pare
Lanjut, BRAY dan kawan-kawan langsung jalan lagi. Di tengah jalan, Miss Nia beliin kita pisang karamel. Pas banget, ini juice ada temennya makan. Itadakimashh!!! .

Relaxation selanjutnya, BRAY dan kawa-kawan tak lupa dengan Miss Nia pergi makan soto. Soto adalah makanan khas dari kota Kudus, itu setau BRAY, tapi banyak warung makan dengan spanduk bertuliskan "Soto Betawi", "Soto Lamongan", dan berbagai macam daerah dengan awalan kata 'soto'. Nggak tau pastinya, tapi kali ini kita di Pare makan soto. Lidah BRAY juga udah kangen pengen makan-makanan rumah yang ditaruh mangkok, soalnya selama ini BRAY cuma makan-makanan catering dan ditaruh styrofoam
Kata Miss Nia, soto yang disini enak. Kalau kata perut BRAY sih enak, soalnya bener-bener laper. Nggak lama setelah pesen, sotonya dateng. Horeeeeee......   .
Tampilan sotonya menarik, ada telur, ayam suwir, bawang goreng, dan berbagai macam bumbu lain yang menggoda nafsu. Tanpa toleh kanan kiri, BRAY langsung makan tu soto. Dan rasanya, endang bambang maksimal super duper enak, cucok banget . Alhamdulilah nggak salah pilih warung makan, harga untuk soto+es teh+krupuk yang super duper enak ini cuma Rp 7.000,-. Nggak mahal untuk harga makanan enak dengan porsi banyak ini. Pengen tau kayak apa sotonya?ini BRAY kasih biar ngiler
Soto Lamongan yang ada di Pare
Soto dilihat dari samping
Bonus foto bapak-bapak yang jualan, hehe :P
Ok, selesai sudah Pare bagian IV, see you next articel..... .

Saturday, February 18, 2012

Pare Kediri, Jawa Timur Part III

Wokay... balik bersama BRAY yang setelah beberapa minggu ini hengkang dari dunia blogger . Masih mengenai masalah Pare, tempat tinggal BRAY untuk sementara waktu yang lalu. Ini pagi selanjutnya setelah kemarin BRAY piknik sendiri naik sepeda. Hari ini, tentor BRAY mengajak BRAY dan kawan BRAY untuk relaxation. Sebenernya, materinya vocab, tapi berhubung kita bosen kalau belajar di rumah terus, akhirnya dibawalah kita ke sebuah tempat yang di sebut-sebut sebagai 'Monumen Garuda Pancasila'. Yap, MGP .

Monumen Garuda Pancasila
Pagi nun indah ini, BRAY telat bangun, akhirnya kesiangan dan endingnya BRAY nggak mandi pagi. Pas mau mandi, tentor udah datang, yah gak mandi deh . Bukan cuma BRAY yang nggak mandi, tapi keempat teman BRAY yang lain juga belum, baguslah banyak temannya, hehe. BRAY pikir, kita cuma belajar di rumah, eh ternyata ke MGP juga, baiklah tanpa mandipun bisa jalan kesana. BRAY dan dua tentor BRAY jalan ke MGP. Memang tak terlalu jauh, mungkin cuma 1-2 km jaraknya dari Borjouiz. Dengan tampang kasur, BRAY jalan dan sempat foto berkali-kali di jalan, yap BRAY memang tak begitu punya malu, malunya ditinggal di rumah. 
Okay, sampailah kita di MGP, BRAY pikir tempatnya kayak Monas gitu, masuk pakai bayar segala eh ternyata enggak, MGP itu sebuah tugu di pusat kota yang dikelilingi taman. Walaupun sepi, yap karena ini jam sekolah BRAY lebih leluasa untuk menggila. Dengan tampang kasur yang kekasur-kasuran, BRAY foto-foto di bawah MGP. Jujur saja, BRAY tidak tahu sejarah monumen ini. Tapi kalau malam hari, jangan salah, keramaiannya melebihi pasar malam di kampung.
Mengenai pelajaran, alhamdulilah Sir Ivan masih bisa menyampaikan pelajaran ditengah keasyikan kita . Akhirnya, kita pulang. Dan BRAY segera mandi, BRAY harap ini terakhir kalinya BRAY nggak mandi pagi. Ketemu lagi di Pare Kediri, Jawa Timur Part IV ya...

Sunday, January 29, 2012

Pare Kediri, Jawa Timur Part II

Balik lagi, masih masalah Pare, Kampung Inggris. Menghirup udara pagi desa Pare yang sejuk nan harum. Nah, pagi ini adalah pagi pertama BRAY di Pare. Tidak seperti biasanya, karena pukul setengah 5 pagi, BRAY udah ngantri mandi. Biasanya kalau di rumah, jam setengah 6 baru mandi, itu kalau ke sekolah, kalau libur jam segitu masih males - malesan . Course dimulai pukul 6, jadi paling nggak setengah 6 udah selesai mandi. Penuh perjuangan juga buat mandi, karena kamar mandi yang hanya 2 itu digunakan untuk 19 anak dan masih ditambah mbak-mbak kost-kostan yang lebih merajai kamar mandi. Karena BRAY dan teman-teman BRAY makhluk baru di rumah ini, jadi ya harus terima ditindas
BRAY orangnya nggak sabaran, dikit-dikit nengok kamar mandi siapa tahu yang ngantri makin nipis, tapi ternyata tambah buanyak. Akhirnya ada tawaran emas dari ibu kost buat mandi di rumahnya yang cuma sebelahan sama penginapan BRAYBRAY langsung iya aja .  Disitu, BRAY juga ternyata ngantri. Adayamaaaaanggg......
Dengan takut dan muka sok imut, BRAY ngantri di depan kamar mandi. Ternyata di rumah ibu kost itu ada mbak-mbak juga yang kayaknya juga kost disitu. Ada juga anaknya ibu kost, mbak-mbak yang mukanya judes abis, galak pastinya. BRAY nggak berani nyapa, salah nyapa dia meraung trus pulang dari rumah ibu kost muka BRAY udah lecet-lecet
Abis mandi dan segala urusan toilet selesai, BRAY kembali ke penginapan. Dan ironisnya, teman-teman BRAY semuanya udah mandi dan rapi-rapi. Adayamaaaaaaannnggg mereka mandi lebih cepat dari BRAY dan tadi BRAYseharusnya ngantri sekalian nggak usah ke rumah ibu kost.
Tak lama, dua orang lelaki berbaju rapi mendatangi penginapan BRAY. Takut diculik, BRAY akhirnya ngumpet . Ternyata mereka tentor yang bakal ngajarin Bahasa Inggris BRAY. Kesembilan belas murid dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok BRAY berada dalam bimbingan Sir Ivan dan kelompok satunya berada di bawah naungan Sir H.
Pelajaran selesai, BRAY meminjam sepeda teman BRAY buat keliling desa nyari penginapan teman BRAY yang beda kelas. Disepanjang perjalanan, emang desa Pare nggak begitu beda sama rumah . Tapi cuman disini banyak remaja yang pakai kemeja putih dan dasi hitam juga celana panjang lengkap dengan sepatu jalan sana-sini, begitu juga wanitanya, mereka juga memakai kemeja putih berkerudung hitam dan juga rok panjang menutupi sebagian alas kaki mereka. Tampaknya, mereka hendak mencari ilmu sama seperti BRAY, tapi bedanya mereka rapi dan BRAY, bisa anda bayangkan sendiri. Celana jeans pendek, kaos oblong, kacamata  minus, rambut teruntai kemana-mana diterpa angin, sendal jepit, ransel yang dalemnya isinya macem-macem, dan mengendarai sepeda yang nggak tau mau kemana, BRAY semacam musafir linglung . Jujur aja dengan penuh keberanian, BRAY pergi jauh nggak tau kemana, yang ingin BRAY lakukan hanya menemukan penginapan tempat teman bernaung. 
Di sepanjang perjalanan, BRAY lewat laundry-an, warnet, market, bahkan pondok pesantren. 

Ini tempat laundry-an, tapi BRAY nge-laundry nggak disini, kejauhan
Di tempat BRAY nge-laundry, namanya "POTATOZ". Sekilo kalau cuma baju biasa Rp 3.000,- Kalo bahannya jeans jadi Rp 3.500,- per kilo. Banyak banget tempat laundry disini, ada yang perkilo cuma Rp 1.500,-, nah yang di kaca rumah di foto itu kalau anda lihat baik-baik ada tulisan Rp 1.000,-, itu mungkin harga perkilo nya, tapi kalau dipikir-pikir mau pakai air apa nyuci baju cuma dengan 1000. Listriknya mau ngikut siapa, sabun yang dipakai itu dari kulit kerbau atau pakai odol  

Ini warnet, nggak usah deskripsiin banyak-banyak lah
Selama satu minggu di Pare, BRAY belum pernah nyobain warnet di Pare. Padahal ada poster game online di dinding setiap warnet, yang tentunya pasti ada game online. Tangan BRAY udah gatel pengen maen Point Blank lagi.

cangkul cangkul cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun orang
BRAY sempat melewati sawah yang kayaknya udah kering. Nggak tau di Pare lagi musim apa, yang jelas dari sawah yang udah BRAY lihat ini, di Pare lagi nggak musim apa-apa.

Pondok Pesantren Putra Putri Nurul Huda

Pondok Pesantren Putra Putri Nurul Huda
Kesan pertama BRAY lihat Pondok Pesantren Nurul Huda ini, sepi. Biasanya, Pesantren itu tempatnya santri-santri yang lagi belajar, ada yang ngaji, tilawah, dan lain-lain. Rame orang ngaji gitu, tapi kok sepi ya. Mungkin tempat belajarnya masih masuk ke dalam atau barangkali kelas-kelasnya ada di bawah tanah. Atau jangan-jangan santri-santri nya udah di sniper sama ustadz nya , atau mungkin dimutilasi trus dagingnya dipajang di dinding . Tapi itu nggak mungkin, atau mungkin telinga dan mata BRAY yang berkurang ketajamannya atau para santri ini masuk sekolahnya siang, atau sore bahkan malam.

Supermarket kecil
Seperti yang BRAY bilang tadi, disini ada market juga. Dan ini yang kecil. Market ini BRAY lewati secara tidak sengaja, karena emang BRAY nggak tau daerah mana ini. BRAY putus asa, karena tempat penginapan teman BRAY nggak juga ketemu. Akhirnya, BRAY banting setir menuju jalan Brawijaya.
Krisna Mart
Ini nih, sampai juga BRAY di jalan Brawijaya. Disini ada swalayan terbesar di Pare, "Krisna Mart". Memang sih, sejauh BRAY mengayuh, BRAY nggak nemu "Alfamart" atau "Indomart" yang sekarang telah merajai semua tanah kosong. Mungkin agar swalayan kayak Krisna, dan yang ada spanduknya Campina tadi nggak kesaingan dengan adanya Alfamart atau Indomart yang jauh lebih terkenal dari mereka. Karena sebentar lagi pelajaran selanjutnya dimulai, BRAY balik ke Borjouiz. Ketemu lagi di Pare Kediri, Jawa Timur Part III ya...